
Suryadenso.id– Musim kemarau kini mulai menyapa sejumlah daerah, seperti Pekanbaru dan sekitarnya.
Kondisi panas yang lebih tinggi disbanding sebelumnya membuat komponen AC mobil bekerja lebih keras disbanding hari biasanya.
Kepala Bengkel AC mobil Surya Denso Pekanbaru Riko Febriansyah Nasution mengatakan berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya, saat memasuki musim kemarau atau cuaca yang sangat panas, banyak pemilik mobil mulai mengeluhkan AC mobil yang tidak lagi bekerja maksimal.
Namun, apakah penyebabnya selalu karena freon habis?
Jawabannya tidak. Berdasarkan berbagai pengalaman dari para customer, justru banyak masalah AC yang baru terasa ketika suhu lingkungan meningkat.
Saat beban kerja AC semakin berat, komponen yang sebelumnya masih mampu bekerja akhirnya menunjukkan gejala kerusakan. Berikut ini keluhan yang sering terjadi saat musim kemarau tiba.
- AC Mobil Tidak Dingin
Ini merupakan keluhan nomor satu ketika musim kemarau tiba.
Saat cuaca mencapai lebih dari 35°C, sistem AC harus bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu kabin. Jika ada komponen yang mulai melemah, udara dingin akan terasa jauh berkurang.
Penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
• Freon berkurang akibat kebocoran
• Kompresor mulai lemah
• Kondensor kotor
• Kipas kondensor tidak bekerja maksimal
• Tekanan freon tidak normal
Biasanya gejalanya berupa:
• AC hanya dingin saat mobil melaju
• Saat macet udara berubah hangat
• Kabin lama sekali menjadi dingin
Semakin tinggi suhu luar, semakin mudah gejala ini muncul. - AC Terasa Kurang Dingin Saat Siang Hari
Banyak pelanggan berkata,
“Kalau pagi dingin, tapi siang kok panas ya?”
Hal ini biasanya bukan karena AC rusak total, melainkan kapasitas pendinginan sudah menurun.
Beberapa penyebabnya yaitu:
• Kondensor dipenuhi debu atau serangga
• Evaporator mulai kotor
• Freon tidak sesuai tekanan
• Kipas pendingin melemah
Saat suhu luar meningkat, kemampuan AC yang sudah menurun menjadi semakin terasa. - Bau Tidak Sedap dari AC
Musim panas juga membuat bau AC lebih mudah tercium.
Penyebabnya antara lain:
• Jamur pada evaporator
• Bakteri akibat kelembapan
• Filter kabin sudah kotor
• Debu menumpuk di saluran udara
Gejalanya:
• Bau apek saat AC pertama dinyalakan
• Bau semakin kuat setelah AC menyala beberapa menit
Membersihkan evaporator dan mengganti filter kabin biasanya menjadi solusi utama. - Hembusan Angin Mengecil
Tidak sedikit pelanggan mengira AC tidak dingin, padahal sebenarnya udara yang keluar dari ventilasi sangat sedikit.
Penyebab paling umum:
• Filter kabin tersumbat debu
• Blower mulai lemah
• Evaporator kotor
Akibatnya udara dingin tidak dapat mengalir maksimal ke dalam kabin. - AC Dingin Saat Jalan, Panas Saat Macet
Ini merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul ketika musim kemarau.
Penyebabnya biasanya:
• Kipas kondensor lemah
• Kondensor kotor
• Pembuangan panas tidak maksimal
Saat mobil melaju, angin membantu mendinginkan kondensor sehingga AC kembali terasa dingin. Namun ketika berhenti di kemacetan, bantuan angin hilang sehingga performa AC menurun.
Kenapa Musim Kemarau Membuat Masalah AC Lebih Terasa?
Sistem AC bekerja dengan cara membuang panas dari dalam kabin ke luar kendaraan.
Ketika suhu lingkungan meningkat drastis:
• Beban kompresor bertambah
• Tekanan kerja freon meningkat
• Kondensor harus membuang panas lebih banyak
• Komponen yang mulai aus menjadi lebih mudah menunjukkan gejala kerusakan
Karena itu, banyak pemilik mobil baru menyadari adanya masalah AC saat musim panas tiba.
Tips Sebelum AC Mobil Bermasalah
Untuk menjaga performa AC selama musim kemarau, lakukan beberapa langkah berikut:
• Bersihkan atau ganti filter kabin secara berkala.
• Lakukan pemeriksaan tekanan freon dan pastikan tidak ada kebocoran.
• Bersihkan kondensor dari debu, lumpur, dan serangga.
• Servis AC secara berkala sesuai rekomendasi bengkel terpercaya.
• Jangan menunda pemeriksaan jika AC mulai kurang dingin, mengeluarkan bau, atau terdengar suara tidak normal. Bengkel Ac mobil Surya Denso Pekanbaru adalah bengkel resmi Denso dengan sparepart original dan servis bergaransi. *

